Aku bekerja di kota Jeddah. Aku
pernah menziarahi salah satu temanku yang muslim di sebuah hotel. Bersamaan
dengan itu, telah dilakukan pembagian majalah gratis yang dipersembahkan oleh
majalah Qiblati untuk jama`ah haji. Merekapun memberiku majalah tersebut
bersama dengan sejumlah jama`ah haji yang hadir. Setelah aku kembali ke rumah,
akupun membuka lembaran-lembarannya. Maka kutemukan bahwa majalah Qiblati
berhak untuk mendapatkan perhatian. Tidak hanya kaum muslimin, tapi setiap
manusia mungkin bisa mengambil faidah dari majalah ini.
Akan tetapi aku meminta dari Anda
sekalian, agar Anda sekalian perhatian dengan mempelajari agama Nashrani,
dikarenakan dia adalah agama benar yang diinginkan oleh Allah agar diikuti oleh
seluruh manusia. Sebagaimana Anda sekalian menampakkan agama kalian dengan rupa
yang baik, maka Anda sekalian harus tahu bahwa agama Nashrani adalah agama yang
indah, tidak mengajak kepada pembunuhan manusia, bahkan dia adalah agama
keselamatan dan keamanan. Seandainya setiap manusia mengikuti wasiat 10, maka
mereka akan merasakan kehidupan yang sesungguhnya.
Jawab:
Selamat datang di majalah Qiblati
Pertama, aku berterima kasih kepada
Anda, atas penerimaan Anda terhadap hadiah majalah Qiblati. Sebagaimana aku
bersyukur kepada Anda akan pengakuan Anda bahwa agama Islam
berhak dipelajari dan diperhatikan.
Aku akan memulai dari mana Anda
berakhir. Saat Anda mengatakan bahwa agama Nashrani tidak mengajak kepada
pembunuhan manusia, maka aku merasa bahwa Anda mengisyaratkan bahwa agama Islam
mengajak kepada pembunuhan manusia. Ini tidak benar, dan mengada-ada. Allah SWT
telah menyebutkan dalam al-Qur`an:
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ
أَوْ فَسَادٍ فِي الأرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا
"Barangsiapa yang membunuh
seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan
karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh
manusia seluruhnya." (QS. Al-Maidah: 32)
Maka janganlah menilai agama Islam
dari sela-sela perbuatan sebagian pengikutnya. Jika tidak demikian, maka seandainya
manusia itu menilai agama Nashrani dari sela-sela sebagian perbuatan
orang-orang Nashrani, maka tidak ada seorangpun yang akan masuk ke dalam agama
Nashrani.
Kemudian, Anda mengatakan bahwa
agama Nashrani adalah agama hak yang diinginkan oleh Allah SWT agar diikuti
oleh seluruh manusia. Dan Anda meminta agar kami perhatian dan mempelajari
agama Nashrani. Baik, kami akan mempelajari poin penting dalam agama kalian
dengan pelajaran singkat.
Sesungguhnya kami berharap agar
orang-orang Nashrani mengikuti wasiat 10 yang ada dalam Injil. Akan tetapi
kenyataannya Anda sekalian tidak mengikutinya, aku akan menetapkan hal ini bagi
Anda dengan mudah:
Apa isi wasiat pertama dari wasiat
10 tersebut?
Yaitu, `Janganlah kalian memiliki
Tuhan yang lain…` maka apakah Injil telah menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan
lain bagi Anda selain Yesus?
Dia berkata bahwa, `Tidak ada Tuhan
lain bagimu…` akan tetapi Anda sekalian mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan!
Tuhan Bapak adalah Tuhan, jadi Anda sekalian memiliki Tuhan lain… lantas
mengapa Anda sekalian tidak mengikuti wasiat yang pertama dari kesepuluh wasiat
tersebut?!!!
Anda sekalian mengatakan bahwa Yesus
adalah anak Tuhan… maka saya katakan kepada Anda, `Ambillah sebuah contoh,
bahwa Anda memliki seorang putra. Lalu ada banyak orang ingin membunuh putra
Anda, maka apakah yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan biarkan mereka
membunuh putra Anda? Dengan yakin, bahwasannya ini adalah hal yang mustahil…
jadi mengapa Tuhan membiarkan orang-orang Yahudi membunuh putra-Nya?!!
Anda mengatakan bahwa Yesus adalah
anak Tuhan, dan bahwa tuhan telah mati selama tiga hari… maka kami bertanya
kepada Anda sekalian, siapakah yang mengatur alam ini pada tiga hari
tersebut?!! Saya kira, kita tidak akan pernah mendengar satu jawabanpun…
Anda mengatakan bahwa Yesus adalah
anak Tuhan padalah dia punya ibu dan tidak punya bapak, sementara Adam tidak
punya itu dan bapak. Lalu mengapa Anda tidak mengatakan bahwa Adam adalah anak
Tuhan?!! Maka siapakah yang lebih berhak menjadi anak Tuhan dengan
membandingkan kedua hal diatas?!!
Saya bertanya kepada Anda, `Apakah
Yesus itu adalah anak Tuhan satu-satunya? Saya yakin bahwa Anda akan menjawab,
`ya, ` sebagaimana kondisi sebagian besar orang-orang Nashrani. Akan tetapi
hakikatnya bahwa Tuhan itu memiliki sejumlah anak menurut Injil.
Disebutkan dalam Kejadian (6/2):
`Bahwasannya anak-anak Allah melihat manusia…`. Disebutkan dalam Keluaran
(4/22): `Demikianlah yang dikatakan oleh Tuhan, `Israil adalah putra
sulungku…`. Disebutkan dalam Lukas (20/36): `Jadi, mereka tidak bisa mati juga,
dikarenakan mereka seperti malaikat, dan mereka adalah anak-anak Allah.`
Maka setelah ini, apakah Anda akan
berkeyakinan bahwa Yesus adalah putra Allah satu-satunya?!!
Pergilah ke gereja atau tempat mana
saja yang Anda suka, atau ke seseorang ahli agama Nashrani di dunia, kemudian
tanyailah dia dengan pertanyaan ini, `Apakah Yesus pernah berkata dalam Injil,
`Sembahlah aku?!` apakah Yesus berkata, `Aku adalah Tuhan.` Percalah kepada
aku, Anda tidak menemukan orang yang bisa menjawabnya dengan jawaban, `Ya.`
Kuulangi pertanyaannya, `Apakah
Yesus pernah berkata, `Sembahlah aku.`? Apakah Yesus pernah berkata, `Aku
adalah anak Tuhan? Tidak, dia tidak pernah mengatakannya… Dikarenakan dia
adalah seorang Nabi (Rasul) dan bukan anak Tuhan. Disebutkan dalam Lukas
(11/2), `Maka berkatalah kepada mereka, kapan saja kalian shalat, maka
ucapkanlah Bapak kami.` Lalu mengapa tidak mengatakan kapan saja kalian shalat,
maka ucapkanlah Bapak kami dan Yesus?
Sesungguhnya Allah, tuhan kita telah
menciptakan kita, dan telah mengabarkan di dalam al-Qur`an yang mulia bahwa Dia
telah menciptakan kita agar kita beribadah kepada-Nya.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ
إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦)
"Dan aku tidak menciptakan jin
dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS.
Adz-Dzariyat: 56)
Akan tetapi Yesus tidak pernah
mengatakan ayat seperti ini dalam kitab suci, jadi mengapa Anda sekalian
menyembahnya?!!
Bahkan Yesus berkata dalam Yohanes
(17/3): `Inilah hidup kekal jika mereka mengetahui Engkah adalah satu-satunya
Tuhan yang hakiki, sementara Yesus adalah al-Masih yang telah kuutus.`
Perhatikanlah, Dia tidak mengatakan,
`Kami adalah dua tuhan yang sesungguhnya…` maka dia mengabarkan bahwa dia bukan
Tuhan, dan terdapat Tuhan lain disana, dan inilah yang diimani oleh kaum
muslimin.
Kemudian, perhatikanlah ucapannya,
`Yesus adalah al-Masih yang belum kurubah.` Maka ini adalah sebuah dalil bahwa
Allah lah yang mengutus para Nabi, dan diantara mereka adalah Yesus.
Kami, kaum muslimin mengimani bahwa
Yesus adalah seorang Nabi dan bukan anak Tuhan. Tidak sah keimanan kami, kaum
muslimin tanpa iman dengan Yesus sebagai seorang Nabi dari sekian para Nabi,
dia bukan Tuhan, dikarenakan tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah yang
wajib bagi kita untuk menyembahnya, bukannya menyembah seorang manusia yang
tidak mampu hidup tanpa pertolongan. Disebutkan dalam Yohanna (5/30): `Aku
tidak kuasa untuk melakukan sesuatu dari diriku sendiri.`
Terakhir, tidakkah Anda setuju
dengan saya, bahwa banyak para pendeta yang lebih pinter dari Anda dan lebih
pandai Injil daripada seluruh orang-orang Nashrani, mayoritas telah memeluk
agama Islam?!! Sebaliknya Anda tidak akan pernah menemui satu saja dari ulama
Islam yang memeluk agama Nashrani atau agama lain mana saja?!! Tidakkah poin
ini mengajak Anda untuk merenungkan, dan memikirkannya?
Demikianlah, kita membahas satu poin
penting dalam agama Anda sekalian sesuai dengan permintaan Anda. Maka apakah
setelah ini Anda akan mengatakan bahwa agama Nashrani adalah agama benar yang
diinginkan oleh Allah untuk diikuti manusia?!! Jawabannya terserah Anda,
Andalah yang menentukan diri Anda sendiri.
Saya berterima kasih sekali lagi
atas surat Anda, kami berharap agar Anda senantiasa berkomunikasi dengan kami.
(AR)
Sumber: Majalah Qiblati edisi 5 Tahun V
Kutipan menarik Bunda Zaky,
BalasHapusButuh 'Bunuh diri kelas' untuk menyelami kutipan ini.
Tiba-tiba Saya ingin menjadi diri orang lain, dengan mata dan pikirannya dan melihat dunia dari sisi hidupnya. Kalau Dia adalah orang lain yang saya cintai, tidak saya cintai, di teman bahkan orang yang membenci saya, saya ingin menjadi mereka dan melihat bagaimana diri saya dari sisi mereka, dan tetap sadar secara utuh untuk memahami diri sendiri dari sisi mereka. Terima Kasih kutipannya benar-benar cermin.